<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Dari Orang Shaleh : Satu Tinta Sejuta Makna</title>
	<atom:link href="http://mycatatan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mycatatan.wordpress.com</link>
	<description>Semangat baru untuk memulai</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 03:54:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mycatatan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Belajar Dari Orang Shaleh : Satu Tinta Sejuta Makna</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mycatatan.wordpress.com/osd.xml" title="Belajar Dari Orang Shaleh : Satu Tinta Sejuta Makna" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mycatatan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Seharusnya Hamba Bersyukur</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2009/05/23/seharusnya-kita-bersyukur/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2009/05/23/seharusnya-kita-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 15:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur.Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/2009/05/23/seharusnya-kita-bersyukur/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya sholat berjamaah dengan sekelompok yang di muliakan Allah. Istimewa kalau boleh meyebutnya, pasalnya mereka tidak bisa melihat seperti orang pada umumnya. ya, mereka itu buta. Hal unik pada diri mereka adalah bisa melakukan beberapa aktifitas seperti manusia normal, seperti membaca sms, berinteraksi dengan komputer atau leptop bahkan membaca Al-Quran. Ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=120&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa hari yang lalu saya sholat berjamaah dengan sekelompok yang di muliakan Allah. Istimewa kalau boleh meyebutnya, pasalnya mereka tidak bisa melihat seperti orang pada umumnya. ya, mereka itu buta. Hal unik pada diri mereka adalah bisa melakukan beberapa aktifitas seperti manusia normal, seperti membaca sms, berinteraksi dengan komputer atau leptop bahkan membaca Al-Quran. Ketika mereka berinteraksi dengan komputer mereka menggunakan sarana talk atau suara yang di letakan pada tombol-tombol komputer atau laptop sedangkan apabilan mereka berinteraksi dengan Al-Quran mereka menggunakan Al-Quran braile.<span id="more-120"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Istimewanya lagi meraka sendiri yang merakit komputer untuk mengaplikasikan sistem talk bahkan salah satu diantara meraka ada yang ahli di bidang IT/komputer. bahkan salah satu dari teman saya menanyakan dari mana anda tahu situs hidayatullah.com salah satu situs internet yang meyebarkan dakwah dan dunia islam, mereka menjawab&#8221;brosing di internet&#8221;. dan lebih di istimewa lagi diantara mereka ada yang sampai hafal alquran 30 juz,subhanallah. Sungguh saya sendiri mendengar lantunan ayat-ayat suci dari mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah salah satu jamaah berkata, kalau kami sangat lamban dalam memahami sebuah ayat dalam alquran itu wajar karena untuk membeli satu buah mushaf (berisi satu juz) saja itu harus merogoh seratus lima puluh ribu rupah dan ini bukanlah harga yang murah bagi kami yang hanya berprofesi sebagai tukang pijit atau urut, kata salah seoramg jamaah dari mereka. Justru kepada yang awas (mereka menyebut kepada orang yang mempunyai penglihatan) sangat di sayangkan nikmat itu di sia-siakan dengan tidak belajar mencari ilmu dan berbuat baik, kata seorang jamaah dari mereka lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu bukan kisah ini saja yang bisa menjadi sebuah pelajaran, masih banyak kisah-kisah yang bisa di jadikan sebuah pelajaran dan renungan. Bakan disekitar kita pun banyak hal-hal yang menjadi sebuah pelajaran, seperti melihat Allam yang terbentang luas, lautan, matahari, binatang, dan pengalaman-pengalaman pribadi yang kita alami di sekitar kita.Bahkan di dalam Al-Quan pun banyak ayat yang mengajarkan kita untuk mengambil pelajaran-pelajaran dan hikmah.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa syukur adalah hal yang tepat apabila kita memperoleh sebuah kenikmatan atau melihat sesuatau yang luar biasa di sekitar kita, sayangnya rasya syukur itu sudah mulai hilang, yang ada hanya kufur dan tentunya kita berlindung kepada Allah dari sifat kufur. Potret seorang hamba yang paling bersyukur adalah Rasulullah dan para sahabatnya sebagai generasi yang terbaik di muka bumi ini, disamping mereka yang paling dalam ilmu agama dan amalnya, maka sangat pantas sekali kalau Allah memuliakan mereka sampai hari kiamat dan lebih dari itu.Wallahu a’lam</p>
<p>l</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=120&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2009/05/23/seharusnya-kita-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Aku Sakit Allahlah yang Menyembuhkanku</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2009/03/25/ketika-aku-sakit-allahlah-yang-menyembuhkanku/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2009/03/25/ketika-aku-sakit-allahlah-yang-menyembuhkanku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 14:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/2009/03/25/ketika-aku-sakit-allahlah-yang-menyembuhkanku/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah di uji dengan yang namanya sakit, Siapapun dia apakah orang kaya atau orang miskin, pejabat ataupun rakyat jelata, bahkan Rosulullah sendiri pernah merasakan yang namanya sakit ketika menjelang wafatnya. Siapapun dia pernah merasakan, baik sakit ringan hanya sekedar sakit kepala atau masuk angin samapai sakit yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=73&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah di uji dengan yang namanya sakit, Siapapun dia apakah orang kaya atau orang miskin, pejabat ataupun rakyat jelata, bahkan Rosulullah sendiri pernah merasakan yang namanya sakit ketika menjelang wafatnya. Siapapun dia pernah merasakan, baik sakit ringan hanya sekedar sakit kepala atau masuk angin samapai sakit yang sifatnya berat seperti sakit jantung, kanker ataupun yang lainnya.<span id="more-73"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Beda orang tentu beda menyikapinya, tergantung ilmu atau pengalaman seseorang ketika sakit datang, ada yang santai saja, cuek, tidak menghiraukan, <span> </span>biasanya orang semacam ini yang di uji dengan sakit yang sifatnya ringan, orang ini berprinsip “biarlah wong cuma sakit sedikit kok nanti juga sembuh sendiri” berbeda ketika kedatangan sakit yang sifatnya tidak ringan. Biasanya orang orang yang kedatangan sakit semacam ini akan berusaha mencari apa saja, apakah itu obat, dokter atau mungkin dukun, untuk segera bertindak atau mintai bantuan, di samping itu juga orang semacam ini mengalami kehawatian yang mendalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Beberapa hari yang lalu saya membaca beberapa media yang memberitakan ketenaran sang dukun cilik ponari, sungguh saya di buat tercengang olehnya. Betapa tidak seolah bak membawa medan magnet, dukun cilik ponari berhasil mempengaruhi masa untuk datang, agar batu milik ponari di celupkan di air yang mereka bawa, untuk mereka bawa pulang mereka minum agar penyakit yang meraka alami hilang. Tapi bukan itu saja yang membuat saya tercenggang ada hal yang lain seperti di beritakan di majalah sabili edisi maret.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Lihatlah, betapa tidak rasionalnya, saat para pengunjung tidak mendapatkan air kesembuhan dari dukun cilik ponari, mereka mengambil apa saja yang ada di rumah ponari. Mulai dari air sumur, air comberan, air hujan yang jatuh ke genting rumah ponari, hingga tanah yang ada di pekarangan dukun cilik. Meraka percaya, tanah yang ada di rumah ponari itu juga punya tuah dan bisa menyembuhkan penyakit. <em>Lailahaillah Maha Suci Engkau ya Robb.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sebagai seorang hamba yang beriman tentu berkeyinan bahwa Allahlah yang memberikan ujian berupa sakit, tetapi dia jugalah yang mengangkat dan menyembuhkan penyakit tersebut, bahkan keyakinan ini adalah sebuah aqidah/ keyakinan yang yang harus di yakini olah semua orang terlebih orang yang mengaku beriman kepada Allah Subhanahu wata ala dan hari akhir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tentu tidak salah ketika orang di uji dengan rasa sakit kemudin ikhtiar mencari bantuan kepada dokter atau tabib atau mencari obat-obatan sendiri, karena ini adalah tindakan usaha agar penyakitnya lekas sembuh. Hanya, rambu-rambu juga harus kita perhatikan, Agar keyakinan atau Aqidah tidak menjadi rusak, seperti datang kedukun dan mempercayainya atau pun tindakan lain yang ada unsur-unsur bidah, syirik dan kurofat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Fenomena dukun cilik ponari adalah pelajaran penting bagi kita karena ini masalah aqidah sebagai pondasi agama. Lalu dengan demikian apakah kita akan menyalahkan dukun cilik ponari? Tentu tidak semua, karena bagai manapun dukun ponari adalah anak ingusan yang masih kecil, yang harus di bimbing dan didik<span> </span>dengan aqidah yang benar, kalu demikian apakah kita juga akan menyalahkan masyarakat sekitar ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Minim Pelajaran Aqidah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kalau kita perhatikan pelajaran di sekolah-sekolah yang mambahas masalah aqidah, tentu kita akan mendapat jawaban! Sanyat minin, bahkan di sekolah-sekolah neggri untuk pelajaran agama rata-rata haya 2-3 saja, itu juga di bagi-bagi lagi untuk bahasan fiqih, sejarah kebudayaan islam dan praktik ibadah, adapun pelajaran-pelajaran di sekolah madrasah seperti MI, MTS dan MA ada pelajan aqidah, tapi pada umumnya (tidak semua) pelajaran aqidah tidak di tonjolkan, hanya pelengkap kurikulum sekolah madrasah saja dan mengejar nilai, tidak diajarkan bagai mana menerapkan aqidah yang benar dan mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Juga di taklim-taklim umum yang berkembang di masyarakat ini, hampir sebagian basar tidak membahas masalah aqidah, kalau toh ada hanya itu sedikit, lebih banyak tema-tema yang di kaji sifatnya umum. Ini bisa dilihat di taklim-taklim sekitar kita atau di masjid-masjid tempat kita solat berjamah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Bahkan budaya baca di masyarakat terutama buku-buku agama di masyarakat kita juga masih tergolong minin, jangankan buku-buku atau bacaan yang membahas masalah aqidah, buku-buku yang sedikit membawa nilai agama saja masyarakat kita enggan membacanya. Kalau pun mau baca, meraka lebih suka baca tabloid atau koran-koran yang berisikan seputar gossip-gisip selebritis ataupun bacaan lain yang tidak mendidik atau berita-berita murahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Belum lagi budaya media dan tontonan yang tidak mendidik baik itu di telavisi, sms klenik, sampai bioskop-bioskop yang hanya melahirkan kuntilanak-kuntilank di zaman modern atau pocong-pocong di siang bolong, atau hanya melahirkan budaya-budaya penghayal mesum yang berakibat hamil diluar nikah, dan banyak lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tika bisa di sangkal lagi budaya-budaya ini yang menjadikan dangkalnya aqidah dan mejadikan bergantungnya masalah selain kepada Allah <em>Subhanahu Wa’ta ala</em>, dari taat kepadaNya menjadi taat kepada makhluk, dari penyerahan diri apabila di uji denga sakit kepada Allah menjadi penyerahan diri kepada makhluk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Inilah PR besar buat kita, yaitu menanamkan aqidah yang benar kepada Allah <em>Subhanahu Wa’ta ala</em>. Agar Allah memberkahi bumi yang kita cintai. Kalau kita ada kemauan kenapa tidak…bismillah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=73&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2009/03/25/ketika-aku-sakit-allahlah-yang-menyembuhkanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Punya Kampus : Universitas Besar Kehidupan</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2009/02/16/kita-punya-kampus-universitas-besar-kehidupan/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2009/02/16/kita-punya-kampus-universitas-besar-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 16:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Lalu apa gunanya sekolah dan universitas kalau kita akhirnya hanya memproduksi beo-beo seperti para doktor pertanian yang tidak pernah mampu membuat “jambu Indonesia atau durian Indonesia”.Tapi hanya membuat segala hasil-hasil pertanian menjadi serba bangkok?. Atau bukankah kita lama tahu bahwa sebagian besar sarjana kita tidak pernah menghasilkan karya tulis serius setelah di wisuda, bahkan juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=58&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Lalu apa gunanya sekolah dan universitas kalau kita akhirnya hanya memproduksi beo-beo seperti para doktor pertanian yang tidak pernah mampu membuat “jambu Indonesia atau durian Indonesia”.Tapi hanya membuat segala hasil-hasil pertanian menjadi serba bangkok?. <span id="more-58"></span>Atau bukankah kita lama tahu bahwa sebagian besar sarjana kita tidak pernah menghasilkan karya tulis serius setelah di wisuda, bahkan juga para profesor dan doktor hanya sesekali menulis di media cetak untuk dapat desebut pakar?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Inilah kutipan buku “Menjadi Manusi Pembelajar”oleh Andrias Harefa, yang belum lama ini saya baca, meskipun tidak semua isi buku ini saya setuju, tapi sangat menarik untuk kita baca dan kita renungkan, juga di terangkan dalam buku ini bahwa kita punya universita besar kehidupan, yaitu pengalaman kehidupan dari waktu kewaktu. Bahwa kita harus terus belajar meskipun kita tidak sekolah atau kuliah lagi. Saya teringat hadist Nabi “carilah ilmu sejak ayunan sampai keliang lahat (mati)” adalah tidak kenal waktu apakah itu anak-anak, dewasa atau orang tua. Sarjana atau pun tikak sarjana, selama nafas masih ada dalam dirinya, maka orang tersebut harus tetap belajar dan mencari ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Mungkin sebagian dari kita ataupun orang di sekitar kita pernah melihat dan menyaksikan orang yang kehidupannya tidak karuan, makin dewasa malah tidak karuan, sampi-sampai ada ungkapan.“orang tua-tua keladi makin tua makin jadi” kalau jadi lebih baik mungkin itu istimewa, tapi anehnya justru sebaliknya, saya teringat ceramah di kaset kyai Zainudim Mz,dulu waktu saya masih kecil, “ini orang tua sudah mau magrib tapi malah masih nongkrong di prapatan”, kata kyai kondang ini dalam ceramahnya. Meskipun penulis (saya) belum bisa berbuat apa-apa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Universitas kehidupan adalah sekolah kehidupan bagi setiap orang yang mau belajar dari kehidupan, dan tujuan dari sekolah kehidupan ini agar siswa (orang ) bisa berubah seiring berjalanya waktu dan usia. Berubah dari biasa menjdi luara bisa, dari anak-anak menjadi dewasa yang beradab, dari pas-pasan menjadi berlimpah dan seterusnya. Seperti hanya bayi yang baru dilahirkan yang hanya bisa menangis menjadi tertawa, yang tadinya diam menjadi bisa bicara, yang tadinya bisa bicara sekarang bisa membaca dan seterusnya juga pertumbuhan badan dari cuma duduk menjadi berdiri kemudian berlari dan seterusnya. Inilah kehidupan selalu tumbuh, tumbuh dan berkembang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Tapi yang di maksud penulis (saya ) adalah bukan pertumbuhan yang sifatnya alamiyah yang saya sebutkan tadi, tetapi pertumbuhan yang ada usaha dari kita, yang memerlukan ketekunan dan pengorbanan dan itu sudah ada dalam kurikulum sekolah kehidupan, kita melakuan sesuatu dan berbuat. Apa yang harus kita lakukan dan kita perbuat sebagai seorang hamba yang ada tanggung jawabnya nanti (setelah kematian) agar selalu ada perubahan menjadi yang lebih baik dan lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Juga dalam masalah yang sifatnya keduniaan memang seharusnya selalu ada perubahan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Apakah itu dari karir, pendidikan, ataupun sebuah usaha untuk finansial, kalaupun nantinya ada kegagalan tapi sebuah usaha itu harus, harus sabar dari cape dan kelelahan, harus sabar dari keletihan, harus sabar dari derasnya keringat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span lang="IN">Sebuah Cita-Cita</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Waktu kecil dulu tentu kita pernah mengalami sebuah pertanyaan “apa cita-citamu nak nanti kalau sudah besar?” beragam jawaban akan kita dengar, yang sebelah sana akan menjawab, aku ingina menjadi dokter, lalu yang di sana menjawab, aku ingin menjadi pilot, kemudin yang paling belakang menjawab, aku ingin menjadi guru dan lain-lain. Ini kenyataan tapi itulah anak-anak, mereka inggin setelah dewasa nanti menjadi orang hebat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Ada sebuah pertanyaan, yang di jawab oleh dua orang pelajar yang berbeda. Yang satu orang baik dan yang satu sebaliknya, apa tujuan anda kuliah? Orang yang pertama menjawab, aku ingin supaya saya menjadi orang yang terdidik, berpenampilan sebagai mana orang terdidik, bergaul sebagai mana orang yang terdidik dan yang lebih penting adalah aku ingin ada kebahagiaan nanti setelah kematian. Kemudian yang kedua menjawab, ingin supaya mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa mendapat uang yang banyak. Inti dari jawaban masing-masing orang kedua di atas adalah yang pertama orentasinya adalah akherat dan yang kedua orentasinya dunia, hal ini tentu orentasi akherat adalah yang terbaik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Dengan demikian apa kesimpulan dari Universitas Besar Kehidupan?, adalah agar setiap orang selalu belajar dari kehidupan, yang berbarengan dengan berjalanya waktu yang tidak akan kembali, belajar yang tidak kenal berhenti sampi kematian yang menghentikanya. Belajar terus meskipun status sosial atau gelar-gelar akademis sudah kita raih, agar tidak menjadi beo-beo yang sukanya ikut apa kata majikanya dan supaya pelajar (setiap orang) melahirkan kreatifitas. Ayo semangat…..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=58&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2009/02/16/kita-punya-kampus-universitas-besar-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keanehan Pada Jenazah Pelaku Pezina</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2009/01/06/keanehan-pada-jenazah-pelaku-pezina/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2009/01/06/keanehan-pada-jenazah-pelaku-pezina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 17:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Saat di bawa di atas keranda hamper aku mau lepaskan saja karena tubuhku tidak kuat lagi mamikul beban yang begitu berat tapi anehnya teman-teman yang lain biasa saja malah tertawa-tawa dikira saya main-main. Siang itu hujan deras langit hitam dan hari sangat sepi, tiba-tiba kami di kejutkan dengan sesosok mayat perempuan yang di bawa oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=47&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Saat di bawa di atas keranda hamper aku mau lepaskan saja karena tubuhku tidak kuat lagi mamikul beban yang begitu berat tapi anehnya teman-teman yang lain biasa saja malah tertawa-tawa dikira saya main-main.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Siang itu hujan deras langit hitam dan hari sangat sepi, tiba-tiba kami di kejutkan dengan sesosok mayat perempuan yang di bawa oleh sekelompok perempuan juga. Kabarnya rombongan dan mayat perempuan ini berasal dari tenda biru (maaf) tempat pelacuran Salah seorang dari mereka meminta tolong kepada kami untuk menguburkanya. Kebetulan waktu itu saya dan rombingan lagi bertugas membina masyarakat yaitu pada saat saya masih di pesantren dulu, waktu itu kami enam orang laki-laki semua.<span id="more-47"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Setelah kami pikir rasanya kasihan juga melihat jenazah ini tidak ada orang mau menguburkanya, sebab sudah tradisi di desa ini kalau ada orang meninggal yang tidak jelas apakah itu asal-usul , keluarga atau walinya maka masyarakat akan menolak untuk mengurus sampi betul-betul di temukan asal-usul dan perihalnya, karna masyarakat tidak mau repot mengurus mayat yang tidak jelas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Melihat kasihanya jenazah ini akhirnya kami bersedia mengurusnya dari pemandian sampai menguburkan. Waktu itu kami bagi tugas seperti mencari kain kafan, penggalian kubur dan yang lain. Kebetulan saya di tugasi memotong kayu untuk menutup liang lahat sebelum tanah yang menutup. Awalnya saya biasa saja ambil kayu dan memotongnya tapi entah kenapa kayu yang saya potong<span> </span>susah rasanya untuk di potong dan saya mengalami kepayahan sedangkan kayu tersebut ukuranya kecil dan kalau normal sangat mudah memotongnya. Alat yang saya pakai untuk memotong kayu tidak bisa untuk memotong sampai-sampai saya mengalami kepayahan yang pada akhirnya kepotong juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Setelah urusan yang lain selesai akhirnya jenazah di mandikan waktu itu yang menandikan cuma satu orang karena teman perempuan jenazah yang lain tidak mau memandikan dan kami tidak mungkin memandikan karena kami semua laki-laki dan yang memprihatinkan waktu itu hujan tikak henti-hentinya sehingga kami mengurusi itu dalam keadaan hujan gerimis dan sepi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Proses memandikan dan pengkafanan akhirnya selesai sehingga kami harus mencari keranda untuk membawanya kepemakaman. Setelah kami cari kami tidak menjumpai keranda yang bisa di pakai akhirnya kami harus mencari alternatif lain yaitu apa adanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Waktu itu kami memakai keranda darurat yaitu jenazah diletakan di atas dua batang kayu yang tengahnya di kasih penyangga mirip <span> </span>seperti yang diajarkan guru di sekolah waktu perkemahan untuk menolong korban dalam keadan darurat, bedaya jenazah yang akan saya pikul harus di ikat dulu tiga bagian dengan kayu yaitu di kepala, perut dan kaki agar jenazah tidak jatuh, dan tidak ada kain penutup diatasnya jadi mayat dalam keadaan terbukan hanyakain kafan saja sungguh memprihatinkan dan menyedihkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Keanehan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Akhirnya kami berenam memikul jenazah tersebut ketempat penguburan, dan pada waktu di pikul saya kebagian memikul di bagian paling depan. Entah mengapa <span> </span>tiba-tiba saya merasakan beban yang berat di pundak, hampir kalau tidak ditolong oleh teman yang lain saya akan melepaskan saja jenazah ini dari pundak, anehnya cuma saya saja yang merasakan bahkan teman-meman lain yang memikul tertawa-tawa dikira saya main-main. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Padahal sayalah yang paling pendek di antara temen yang lain yang memikul, kalau pun merasa berat tentunya temen-teman di belakang yang merasakan berat karena mereka lebih tinggi, tapi mengapa cuma saya yang merasakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Akhirnya jenazah pun selesai di kuburkan kamipun bubar dan saya lihat tidak ada doa sekata dua kata dari kami atau pun dari teman-temannnya di tinggal begitu saja kuburanya tanpa ada ada rasa hormat sedikit pun pada sang mayit. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Sunguah peristiwa ini tidak bisa terlupakan oleh saya. Betapa hinanya jenazah ini sang pelaku pezina (maaf)pelacur. Saya berpikir dalam hati kalau Allah menghendaki bisa saja di timpakan kehinaan bagi pelaku dosa besar di akhir kehidupannya, sampai alam pun tidak bersahabat, dan sejak itu pula saya selalu memohon kepada Allah untuk selalu di beripetunjuk dan berlindung kepada dari akhir kehidupan yang hina dan kematin yang suul khatimah. <strong><em>Seperti di cerikakan Ainudin kepada Hdr</em></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=47&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2009/01/06/keanehan-pada-jenazah-pelaku-pezina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Ansar Dengan Tiga Anak Panah</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/lelaki-ansar-dengan-tiga-anak-panah/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/lelaki-ansar-dengan-tiga-anak-panah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 05:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, dia ber-kata, &#8220;Dalam suatu peperangan kami keluar bersama Rasulullah SAW menuju salah satu daerah orang musyrik, kami berhasil menawan isteri salah seorang di antara mereka, lalu Rasulullah SAW kembali. Tidak lama kemudian suami perempuan tersebut datang, kemudian diceritakan kepadanya apa yang terjadi. Suaminya bersumpah, bahwa ia tidak akan pulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=21&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, dia ber-kata, &#8220;Dalam suatu peperangan kami keluar bersama Rasulullah SAW menuju salah satu daerah orang musyrik, kami berhasil menawan isteri salah seorang di antara mereka, lalu Rasulullah SAW kembali.</p>
<p>Tidak lama kemudian suami perempuan tersebut datang, kemudian diceritakan kepadanya apa yang terjadi. Suaminya bersumpah, bahwa ia tidak akan pulang ke rumah sehingga dapat melukai para sahabat Nabi.<span id="more-21"></span></p>
<p>Ketika Rasulullah sedang dalam sebuah perjalanan, beliau berhenti di suatu perkampungan lalu bertanya, &#8216;Siapakah dua orang di antara kalian yang bersedia nanti malam menjaga kami dari serangan musuh?&#8217; Seorang lelaki dari Kaum Muhajirin dan seorang lelaki dari Anshar menjawab, &#8216;Kami berdua akan men-jaga engkau wahai Rasulullah.&#8217;</p>
<p>Dua orang lelaki tersebut berangkat menuju mulut gang perkampungan tanpa disertai seorang pengawal pun.</p>
<p>Laki-laki Anshar bertanya kepada lelaki Muhajirin, &#8216;Kamu dulu yang akan berjaga lalu aku ataukah aku dulu baru kamu?&#8217;</p>
<p>Lelaki Muhajirin menjawab, &#8216;Kamu dulu saja aku bela-kangan.&#8217;<br />
Lalu Lelaki Muhajirin tidur, sedang lelaki Anshar mulai berdiri untuk <em>Qiyamullail</em>, ia membaca ayat-ayat al-Qur’an.</p>
<p>Di tengah-tengah membaca ayat al-Qur’an di dalam <em>Qiyamullail</em> itu, suami perempuan musyrik tersebut datang. Ketika ia melihat ada seorang lelaki yang sedang berdiri (tidak tidur) ia menyangka pasti dia pemimpin mereka. Lalu dengan cepat ia mengambil panah dan melepaskannya ke arah lelaki yang sedang shalat hingga mengenainya. Lelaki Anshar itu mencabut anak panah yang menancap di tubuhnya dalam keadaan berdiri dan tidak bergeser sedikit pun, karena tidak ingin memutus bacaan al-Qur’annya.</p>
<p>Lalu suami perempuan musyrik itu mengambil satu panah lagi dan dibidikkannya ke arah lelaki Anshar, tetapi ia kembali mencabutnya tanpa memutuskan shalatnya dan bacaan al-Qur’annya. Suami perempuan musyrik itu mengulangi melepas panah ke arah lelaki yang berdiri sedang <em>Qiyamullail</em> untuk ketiga kalinya. Ia kembali mencabut anak panah, meletakkannya dan melanjutkan dengan ruku’ dan sujud. Seusai shalat, lelaki Anshar membangunkan lelaki Muhajirin yang sedang tidur sambil berkata, &#8216;Bangun!, sekarang tiba giliranmu.&#8217; Kemudian lelaki Muhajirin bangun dan duduk.</p>
<p>Ketika suami perempuan musyrik melihat ada dua orang berjaga, yang satu menolong kawannya ia mengetahui bahwa nadzarnya telah terpenuhi.</p>
<p>Ternyata dari tubuh lelaki Anshar itu mengalir darah karena terkena panah suami perempuan musyrik tadi.</p>
<p>Lelaki Muhajirin berkata kepada kawannya, &#8216;Semoga Allah SWT mengampuni dosamu, mengapa kamu tidak memberi tahu aku pada saat panah pertama mengenai tubuhmu?&#8217;</p>
<p>Lelaki Anshar menjawab, &#8216;Ketika itu aku tengah membaca salah satu surat al-Qur’an dalam <em>Qiyamullail</em>-ku, aku enggan menghentikan bacaanku. Dan Demi Allah, sekiranya aku bergeser, berusaha meninggalkan benteng pertahanan yang Rasulullah memerintahkan agar dijaga pastilah aku binasa sebelum aku menghentikan bacaan al-Qur’anku tadi&#8217;.&#8221; <span style="font-weight:bold;font-style:italic;">dikutip dari alsofwa.com</span></p>
<div style="clear:both;"><!-- --></div>
<div id="itemactions" class="itemactions"></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=21&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/lelaki-ansar-dengan-tiga-anak-panah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI UNTUK UMAR BIN AL-KHATHTHAB. R.A</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/puisi-untuk-umar-bin-al-khaththab-ra/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/puisi-untuk-umar-bin-al-khaththab-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 05:53:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[PUISI UNTUK UMAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Engkau muncul di padang sahara, gurun yang tandus itu tanpak bagai padang rumput yang hijau. Engakau datang kedunia membawa fajar yang bercahaya. Pulau kecil kami ada di bola matamu. Butir-butir pasir ini menebarkan harum aroma kasturi dan ambar. Engakau pancarkan cahaya orang-orang badui yang tekanjang kaki. Meraka menyambutmu dengan suka cita seraya mengumandangakan nama Allah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=18&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN">Engkau muncul di padang sahara,<br />
gurun yang tandus itu tanpak bagai padang rumput yang hijau.<br />
Engakau datang kedunia membawa fajar yang bercahaya.<br />
Pulau kecil kami ada di bola matamu.<br />
Butir-butir pasir ini menebarkan harum aroma kasturi dan ambar.<br />
Engakau pancarkan cahaya orang-orang badui yang tekanjang kaki.<br />
Meraka menyambutmu dengan suka cita seraya mengumandangakan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">nama Allah<span id="more-18"></span></span>.</span></p>
<p>Engkau sandungkan syair kepada anak-anak mereka.<br />
meraka menyambutnya dengan gembira seraya memuji <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">kebesaran Allah</span><br />
Engkau tepati janjimu pada kami, wahai  pemimpin kami.<br />
Seluruh hati kami adalah mimbarmu.<br />
Engkau tempat kami di pelataran cinta,<br />
setelah lama kami tak mengenal <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">kata cinta</span>.</p>
<p>Engkau taburi dunia dengan cinta semanis kurma.<br />
Engkau sebarkan di bumi kasih nan wangi sewangi kasturi.<br />
Bersama agama yang benar hidup kami terasa nyaman.<br />
Bersama  wahyu kami bahagia dan bersama ayat kami bersuka cita.<br />
Kami tulis dengan perjanjian dengan pena kesetiaan.<br />
Dan namamu ada dalam daftar orang-orang yang tercantum di sana.</p>
<p>Meski Titto dianggap sebagi pahlawan, tapi ia kafir.<br />
Walau Nehru cerdas, tapi ia membelakangi wahyu.<br />
Bagi kami, Napoleon pantas mendapat kutukan dan hinaan.<br />
Lenin dan Hittler adalah dua lambang kesesatan.<br />
Sedang engkau seorang muslim yang hanif dan berajalan di jalan yang lurus.<br />
Salat enkau tegakkan, Alquran engkau tafsirkan.<br />
Orang-orang kafir itu terhina akibat kezaliman, kekejaman dan kekerasan.</p>
<p>Sedangkan engkau dimuliakan karena pertolongan Allah.<br />
Engkau bukan pengikut sekte yang menentangTuhan.<br />
Bukan pula penganut paham yang mengingkari risalah.<br />
Tetapi denganmu tauhid menghunuskan pedangnya.<br />
Denganmu kebenaran memancarkan cahayanya.<br />
Engkau mendapatkan kekuasaan bukan lewat pemilihan umum.<br />
Bukan lewat voting suara atau partai pengumbar janji.<br />
melainkan dengan padang kebenaran yang meyakinkan.<br />
bersama alquran yang menyingkap kegelapan dan kesamaran.</p>
<p>Aku memohon kepada-MU ya Allah.<br />
Aku datang bukan sebagi pemuja harta,<br />
atau kesenangan-kesenangan duniwai yang tak bermakna.<br />
Aku datang membawakan kidung syair kejujuran,<br />
yang mampu menghancurkan batu-batu besar.<br />
Aku tidak berharap sedikit pun pujian dan balasan.<br />
ketulusanku lebih tinggi dari sekedar pujian.<br />
biarlah Allah yang membalas.<br />
Aku hanya takut tuhan bertanya, &#8220;Mengapa kalian sembunyikan keutamaan &#8216;Umar?&#8221;</p>
<p>Dan takut ditanya Munkar dan Nakir,<br />
Bila orang bodoh itu memuja berhala meraka,<br />
Dengan membangga-banggakan Raja Persia atau Paja Roma.<br />
Kami punya dali terbesar, Rosul sang pembawa petunjuk.<br />
Karena beliau hidup terasa manis dan seluruh mahluk merasa bangga.</p>
<p>Bila Muhammad bukan lambang kebangaan bangsa arab,<br />
gelar-gelar keakraban tidak akan kubanggakan.<br />
Jika sumber air minumku bukan dari Zamzam wahyu,<br />
aku akan tetap dahaga meski di bumi banyak sungai yang mengalir.<br />
Jika aku katakan fajar adalah malam,<br />
aku pasti di tentang oleh jutaan manusia yang menyaksikanya.<br />
Aku seperti melihat kasturi menghujani kami,<br />
Sehingga dunia kami begitu mewangi,<br />
Syairku berisikan pujian atas kebenaran<br />
Sedangkan syair orang lain hanya berisi arak dan perjudian.<br />
<strong><em>Dr.Aidh al-Qarni</em></strong><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=18&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/puisi-untuk-umar-bin-al-khaththab-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibadah Rusak Gara-Gara SMS</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/ibadah-rusak-gara-gara-sms/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/ibadah-rusak-gara-gara-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 05:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyah an Nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kemajuan teknologi yang begitu pesat harus di imbangi dengan iman yang semakin kuat dan ilmu agama yang semakin dalam. Kalau tidak, para pengguna teknologi bisa terjebak dalam kesesatan. Sebut saja teknologi komunikasi lewat handphond. Belum lama ini marak ditayangkan iklan SMS ramal. Beberapa dukun dan tukang ramal seperti Ki Joko Bodo, Mama Lauren, kerap muncul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=13&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN">Kemajuan teknologi yang begitu pesat harus di imbangi dengan iman yang semakin kuat dan ilmu agama yang semakin dalam. Kalau tidak, para pengguna teknologi bisa terjebak dalam kesesatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Sebut saja teknologi komunikasi lewat <em>handphond</em>. Belum lama ini marak ditayangkan iklan SMS ramal.<span id="more-13"></span> Beberapa dukun dan tukang ramal seperti Ki Joko Bodo, Mama Lauren, kerap muncul di televisi mengajak para pemirsa untuk diramal masa depanya sekaligus memberi solusi jika ada masalah seperti rezeki, jodoh, karir, dan masa depen,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Bagi meraka yang lemah iman dan ilmu agamanya, ajakan ini tentu sangat menggiurkan. Apalagi caranya sanggat praktis dan mudah. Cukup mendaftar lewat SMS lalu kirim ke operator.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Padahal dalam <em>kitab Fathul Majid</em> atau <em>Penjelasan dari Kitab Tauhid</em> disebutkan bahwa para peramal dan meraka yang<span> </span>meninta diramal dikecam keras oleh islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Dalam sebuah Hadits Muslim disebutkan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“ Barang siapa mendatani tukang ramal dan menanyakan kepedanya tentang sesuatu, lalu ia membenarkan apa yang di katakanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Dan dalam Hadist lain dari Imran bin Hushain RA secara <em>marfu’</em>dikatakan,” <em>Tidak termasuk golongan kami orang yang meramal atua meminta diramal, dan orang yang melakukan praktik perdukunan atau orang yang meminta ditangani dukun, menyihir atau meminta di sihir. Barang siapa mendatangi dukun lalu menpercayai apa yang dikatakanya, maka ia benar-benar kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad.”(Riwayat Al Bazzar dengan isnad yang bagus).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Dengan demikian saya mengajak kepada kaum Mulim untuk hati-hati dalam berbuat, terutama menyangkut aqidah. Sebab, masalah aqidah <span> </span>masalah pokok agama. Kesalahan kecil dalam aqidah bisa menyebab seseorang kekal dalam neraka. <em>Na’uzubillah mindzalik</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Akhirnya mari kita lindungi keluarga kita, kerabat dekat, dan tetangga, jangan sampai terjerumus kedalam kekufuran. Jangan main-main dengan aqidah.(<strong><em>hd</em></strong>)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=13&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/ibadah-rusak-gara-gara-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan Sembilan Senti</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/tuhan-sembilan-senti/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/tuhan-sembilan-senti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 01:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycatatan.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[oleh Taufiq Ismail Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok, Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=5&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Georgia;color:#396c04;">oleh Taufiq Ismail<br />
</span></p>
<p>Indonesia adalah <span style="font-family:Georgia;"><a rel="nofollow" href="http://www.wisben.com/modules.php?op=modload&amp;name=News&amp;file=article&amp;sid=558" target="_blank"><span style="text-decoration:none;">sorga</span></a></span><span style="font-family:Georgia;color:#396c04;"> luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,</span></p>
<p>Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di <span class="yshortcuts">kabinet menteri</span> merokok,<br />
di reses parlemen <span id="more-5"></span><span class="yshortcuts">anggota DPR</span> merokok,<br />
di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Mahkamah Agung</span> yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira<br />
nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,&#8230;.</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im sangat ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">siksa kubur</span> hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah&#8230;ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara<br />
merokok,</p>
<p><span style="font-family:Georgia;color:#396c04;">Di angkot <span class="yshortcuts">Kijang</span> penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">kereta api</span> penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari<br />
pula merokok,</span></p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,<br />
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung <span class="yshortcuts">Tegal</span> pengunjung merokok,<br />
di restoran, di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling<br />
menularkan HIV-AIDS sesamanya,<br />
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.<br />
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok<br />
di kantor atau di stopan bus,<br />
kita ketularan penyakitnya.<br />
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,</p>
<p>Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di<br />
dunia,<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa<br />
ketularan kena,</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">panti pijat</span> tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok,</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen<br />
sepakbola<br />
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil &#8216;ek-&#8217;ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang<br />
goblok merokok,</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im sangat ramah bagi orang<br />
perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat<br />
merujuk <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">kitab kuning</span><br />
dan mempersiapkan sejumlah fatwa.<br />
Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.</p>
<p>Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala<br />
kecil,<br />
sembilan senti panjangnya,<br />
putih warnanya,<br />
kemana-mana dibawa dengan setia,<br />
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,<br />
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,<br />
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang<br />
sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.<br />
Mamnu&#8217;ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii&#8217;atun bi mukayyafi al hawwa&#8217;i.<br />
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.<br />
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu &#8216;alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,<br />
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,<br />
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,<br />
yaitu ujung rokok mereka.<br />
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai<br />
terbatuk-batuk,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,<br />
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.<br />
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban <span class="yshortcuts" style="border-bottom:medium none;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">kecelakaan lalu<br />
lintas</span>,</p>
<p>lebih gawat ketimbang bencana banjir, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">gempa bumi</span> dan longsor,<br />
cuma setingkat di bawah korban narkoba,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat<br />
berkuasa di negara kita,<br />
jutaan jumlahnya,<br />
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,<br />
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,<br />
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,<br />
tidak perlu ruku&#8217; dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,<br />
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan<br />
api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,</p>
<p>Rabbana, beri kami <span style="font-family:Georgia;"><a rel="nofollow" href="http://www.wisben.com/modules.php?op=modload&amp;name=News&amp;file=article&amp;sid=536" target="_blank"><span>kekuatan</span></a></span><span style="font-family:Georgia;color:#396c04;"> menghadapi berhala-berhala ini.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=5&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/tuhan-sembilan-senti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/hello-world/</link>
		<comments>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 01:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycatatan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=1&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycatatan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycatatan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycatatan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycatatan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycatatan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycatatan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycatatan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycatatan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycatatan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycatatan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycatatan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycatatan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycatatan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycatatan.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycatatan.wordpress.com&amp;blog=5299688&amp;post=1&amp;subd=mycatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycatatan.wordpress.com/2008/10/26/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdbc39db40dd3258675fd9599056727f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
